A. Latar Belakang Masalah
Pada pembelajaran matematika, siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus tahun 2009/2010, sebelum dilakukan penelitian, keaktifannya rendah. Jika siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran matematika tidak mau bertanya pada guru (peneliti). Pada saat siswa mendapatkan tugas menyelesaikan soal secara kelompok, hanya siswa-siswa tertentu yang aktif sedangkan yang lainnya menunggu jawaban dari teman satu kelompoknya. Mengerjakan soal di depan kelas selalu menunggu diperintah peneliti, jarang yang berinisiatif sendiri. Dengan kondisi seperti ini ternyata mengakibatkan hasil belajar siswa yang rendah. . Hal itu dapat dilihat dari hasil pencapaian nilai rata-rata ulangan harian pada kompetensi dasar sebelumnya dengan materi segiempat hanya memperoleh rata-rata nilai 57,0 pada skala 100 dengan nilai terendah 0,0 dan nilai tertinggi 100. Banyak siswa yang memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ada 17 dari 32 siswa kelas VII F dengan batas KKM 65,0.
Kondisi siswa seperti di atas mungkin disebabkan oleh pembelajaran yang dilakukan peneliti monoton dan membosankan. Dalam pembelajaran peneliti selalu menggunakan metode ceramah dalam menjelaskan materi, kemudian menugaskan siswa mengerjakan soal yang ada di buku secara individual atau berkelompok tanpa langkah-langkah sistematis. Setelah selesai mengerjakan soal, siswa secara bergantian diminta mengerjakan di depan kelas, lalu peneliti menilai benar atau salah tanpa memberi kesempatan pada siswa lain. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar materi pelajaran dapat selesai sesuai rencana.
Mengajar merupakan upaya yang dilakukan oleh guru agar siswa belajar. Dalam pembelajaran, siswa yang menjadi subjek, jadi siswa yang menjadi pelaku kegiatan belajar. Demikian pula dalam pembelajaran, agar siswa berperan sebagai pelaku dalam kegiatan belajar, maka guru hendaknya mengondisikan pembelajaran yang menuntut siswa aktif dalam melakukan kegiatan belajar. Beberapa bentuk upaya yang dapat dilakukan guru dalam mengembangkan keaktifan belajar siswa dalam mata pelajaran adalah di antaranya dengan meningkatkan minat siswa, membangkitkan motivasi siswa, menerapkan prinsip individualitas siswa, serta menggunakan media dalam pembelajaran. Hasil belajar yang diperoleh siswa adalah sebagai akibat dari proses belajar yang dilakukan oleh siswa, harus semakin tinggi hasil belajar yang diperoleh siswa. Proses belajar merupakan penunjang hasil belajar yang dicapai siswa,
Setelah penelitian ini diharapkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo tahun 2009/2010 meningkat. Hal itu diperlukan karena dengan adanya keaktifan siswa dalam belajar matematika akan menunjang pada peningkatan hasil belajar matematika. Jika hasil belajar matematika meningkat yang akhirnya dapat mencapai bahkan melampaui batas nilai kriteria ketuntasan minimal maka dikatakan siswa telah berhasil dalam belajar matematika.
Untuk mencapai apa yang diharapkan, maka dilakukan tindakan yaitu pembelajaran matematika melalui pemanfaatan lembar kerja siswa (LKS). LKS dikatakan sebagai sarana atau media pembelajaran, karena dengan LKS siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar. Selain itu LKS juga mendorong siswa untuk mengolah sendiri bahan yang dipelajari atau bersama dengan temannya dalam suatu bentuk diskusi kelompok. Suatu kegiatan belajar yang menggunakan LKS memberikan kesempatan penuh kepada siswa untuk mengungkapkan kemampuan dan keterampilan, didorong dan dibimbing berbuat sendiri untuk mengembangkan proses berpikirnya. Dengan lembar kerja siswa dapat belajar matematika secara sistematis dengan langkah-langkah yang sudah ditetapkan. Pada saat mengerjakan lembar kerja siswa aktif berinteraksi sesama siswa dalam kelompoknya yang akhirnya diharapkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa dapat meningkat dan merata.
Dengan melihat kenyataan yang ada dan harapan yang diinginkan, maka timbul dua masalah. Masalah yang pertama adalah masalah pada siswa yaitu rendahnya keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010, sedangkan diharapkan meningkatnya keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010. Masalah yang kedua adalah masalah pada peneliti yaitu pembelajaran matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010 belum memanfaatkan lembar kerja, sedangkan diharapkan pembelajaran matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010 sudah memanfaatkan lembar kerja.
Untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010, peneliti melakukan tindakan dengan pemanfaatan lembar kerja. Siswa mengerjakan lembar kerja secara berkelompok. Pada siklus pertama masing-masing kelompok terdiri 4 siswa dan pada siklus kedua masing-masing kelompok terdiri 2 siswa.
B. Identifikasi Masalah
1. Mengapa keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus tahun 2009/2010 rendah?
2. Mengapa keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus tahun 2009/2010 perlu ditingkatkan?
3. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus tahun 2009/2010 rendah?
4. Bagaimana cara meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus tahun 2009/2010?
C. Pembatasan Masalah
Dalam penulisan ini, peneliti tidak membahas semua masalah yang berhubungan dengan matematika, tetapi peneliti membatasi hanya pada masalah keaktifan belajar matematika materi segitiga, hasil belajar matematika materi segitiga dan pemanfaatan lembar kerja bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010.
Keaktifan belajar terdiri dari kata keaktifan dan kata belajar. “Keaktifan memiliki kata dasar aktif yang berarti giat dalam bekerja atau berusaha” (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Keaktifan belajar matematika berarti suatu kerja atau usaha yang dilakukan dalam belajar khususnya pada mata pelajaran matematika. Indikator keaktifan belajar siswa yaitu : Kesiapan siswa mengikuti pelajaran, Keberanian siswa dalam bertanya, Keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat, Keberanian siswa mengerjakan tugas di depan kelas, Hubungan kerja sama antar siswa dalam diskusi kelompok, Presentasi hasil diskusi kelompok.
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar matematika adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar mata pelajaran matematika, dalam hal ini dinyatakan dengan angka-angka atau nilai. Ada dua faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu faktor dari dalam diri siswa (minat dan motivasi yang mendorong keaktifan belajar) dan faktor dari luar siswa (salah satunya : media pembelajaran, dalam hal ini Lembar Kerja).
Lembar kerja siswa (LKS) ialah lembar kerja yang berisi informasi dan perintah/instruksi dari guru kepada siswa untuk mengerjakan suatu kegiatan belajar dalam bentuk kerja, praktek, atau dalam bentuk penerapan hasil belajar untuk mencapai suatu tujuan”. Dalam proses belajar mengajar ada dua fungsi LKS, yaitu: (1) dari segi siswa: fungsi LKS adalah sebagai sarana atau media pembelajaran sehingga siswa berpeluang besar untuk mengembangkan kemampuan, menerapkan pengetahuan, melatih keterampilan, memproses sendiri untuk mendapatkan perolehannya; (2) dari segi guru: melalui LKS, guru dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sudah menerapkan metode “membelajarkan siswa” dengan kadar SAL (Student active learning) yang tinggi. Intervensi yang diberikan guru bukan dalam bentuk jawaban atas pertanyaan siswa, tetapi berupa panduan bagi siswa untuk memecahkan masalah.
D. Rumusan Masalah
1. Apakah melalui metode penugasan lewat lembar kerja dapat meningkatkan keaktifan belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus pada semester II tahun 2009/2010?
2. Apakah melalui metode penugasan lewat lembar kerja dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus pada semester II tahun 2009/2010?
3. Apakah melalui metode penugasan lewat lembar kerja dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus pada semester II tahun 2009/2010?
E. Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini ada 2 tujuan yang ingin dicapai, yaitu :
1. Tujuan Umum
Tujuan umum dalam penelitian ini adalah :
a. Untuk meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa SMP 2 Jekulo Kudus
b. Untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa SMP 2 Jekulo Kudus
c. Untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa SMP 2 Jekulo Kudus
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah :
a. Untuk meningkatkan keaktifan belajar matematika materi segitiga melalui pemanfaatan metode penugasan lewat lembar kerja bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010.
b. Untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi segitiga melalui pemanfaatan metode penugasan lewat lembar kerja bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010.
c. Untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika materi segitiga melalui pemanfaatan metode penugasan lewat lembar kerja bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010.
F. Manfaat Penelitian
1. Manfaat bagi siswa
a. Dapat meningkatnya keaktifan belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010.
b. Dapat meningkatnya hasil belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010.
c. Dapat meningkatnya keaktifan dan hasil belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010.
2. Manfaat bagi peneliti
a. Melalui pemanfaatan metode penugasan lewat lembar kerja dapat meningkatnya keaktifan belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010.
b. Melalui pemanfaatan metode penugasan lewat lembar kerja dapat meningkatnya hasil belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010.
c. Melalui pemanfaatan metode penugasan lewat lembar kerja dapat meningkatnya keaktifan dan hasil belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar