Kamis, 11 November 2010

Nilai Matematika IX B

DAFTAR NILAI MID SEMESTER I
SMP NEGERI 2 JEKULO KUDUS
TAHUN PELAJARAN 2010/2011




No Nama Siswa Nilai
Urut Induk
1 5220 Ahmad Nur Arifin 75.0
2 5422 Ahmadun 60.5
3 5305 Akhmad Aly Mustaqin 60.0
4 5423 Akhmad Fandoli 45.0
5 5184 Alip Sarifudin 32.0
6 5221 Amalia Hana Hapsari 76.5
7 5262 Anang Firdaus 50.0
8 5263 Andy Ardyanto 48.0
9 5264 Annisa Umi Rahayu 93.0
10 5342 Azhar Imam Zarkasyi 69.0
11 5224 Budi Setyawan 86.0
12 5430 Danang Dwi Wibowo  50.5
13 5386 Devy Tri Apriliani 58.5
14 5226 Dina Kartikasari 41.0
15 5389 Enris Dessy Permata Sari 58.0
16 5316 Evin Winda Yunita 44.5
17 5436 Faqih Mudhofar 77.0
18 5345 Faris Apri Setiawan 65.0
19 4996 Hevi Purnomo 50.0
20 5348 Kasmito 32.0
21 5235 Khoirul Ustadah 57.5
22 5280 Lisa Amalia 37.5
23 5282 Lucy Viviani 65.0
24 5398 M. Andri 44.5
25 5238 Moh Nadzar Maulana 72.5
26 5402 Mohamad Agus Utomo 48.0
27 5240 Muhtar Amali 33.5
28 5354 Murnawati 45.5
29 5409 Mutiara Sis Prabowo 67.0
30 5360 Nur Miftahuddin 40.0
31 5362 Nuril Khomsa Yuliarni 44.0
32 5448 Rinja Agus Setiawan 55.5
33 5372 Sofa Nuraini Afidah 34.0
34 5335 Vega Afifah 67.0
       
    Nilai Tertinggi 93.0
    Nilai Terendah 32.0
    Rata-rata 55.4

Selasa, 09 November 2010

Sahabat Sejati


SAHABAT SEJATI
Pagi hari saat Naruto terbangun, tiba-tiba ada seseorang memanggil namanya. Dia melihat keluar, ternyata Sasuke sudah menunggu diluar rumah Naruto, dia mengajaknya untuk main basket. “Ayo kita bermain bola basket ke lapangan.” Ajak Sasuke padanya. “Sekarang?” Naruto bertanya dengan sedikit mengantuk. “Besok! Ya sekarang.” Jawab Sasuke kesal. “Sebentar, aku shalat dulu, tunggu ya!” “Ya, kutunggu.” Jawabnya. Setelah Naruto shalat, mereka pun berangkat ke lapangan yang tidak jauh dari rumahnya. “Wah dingin ya.” Kata Naruto. “Cuma begini aja dingin, payah kamu.” Jawab Sasuke. Setelah sampai di lapangan ternyata sudah ramai. “Ramai sekali, pulang aja yuk, males nih kalau ramai.” Ajak Naruto pada Sasuke. “Ah! Dasarnya kamu aja males ngajak pulang, kita ikut main aja dengan orang-orang disini.” Paksa Sasuke. “Males ah! Kamu aja sana aku tunggu disini nanti aku nyusul.” Jawab Naruto dengan malas. “Terserah kamu aja deh.” Jawab Sasuke. “Hei Naruto!” Seseorang memanggilnya, Naruto langsung mencari siapa yang memanggilnya. Tiba-tiba seorang gadis menghampirinya. “Sepertinya aku mengenalnya.” Gumam Naruto, setelah gadis itu mendekat dia baru ingat. “Sakura?” Tanya Naruto dalam hati penuh kebenaran. Sakura adalah teman sekelas Naruto dan Sasuke waktu SD dulu, mereka sudah lama tidak bertemu sejak lulus 3 tahun yang lalu. “Hai masih ingat aku nggak?” Tanya Sakura pada Naruto. “Sakura kan?” Tanya Naruto. “Yupz!” Jawab Sakura sambil tersenyum kepada Naruto. Setelah Sakura dan Naruto ngobrol tentang kabar mereka berdua, Naruto pun memanggil Sasuke. “Hei Sasuke! Sini” Panggil Naruto pada Sasuke yang sedang asyik bermain basket. “Apa lagi?” Tanya Sasuke. “Ada yang dateng”. “Siapa?” Tanyanya lagi, “Sakura!” Jawab Naruto dengan sedikit teriak karena di lapangan sangat berisik. “Siapa? Nggak kedengeran!”. “Sini dulu aja pasti kamu seneng!”. Akhirnya Sasuke pun datang menghampiri Sakura dan Naruto. Dengan heran Sasuke melihat kearah mereka. Ketika ia sampai dia heran melihat Sakura. “Sakura?” Tanyanya sedikit kaget melihat Sakura yang sudah berubah. “Tumben ke Kudus, kapan? Kangen ya sama aku?” Tanya Sasuke pada Sakura. “Ye GR! Dia tu kesini mau ketemu aku” Jawab Naruto sambil menatap wajah Sakura yang sudah berbeda dari 3 tahun lalu.

Selasa, 02 November 2010

Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar Matematika


A.    Latar Belakang Masalah
Pada pembelajaran matematika, siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus tahun 2009/2010, sebelum dilakukan penelitian, keaktifannya rendah. Jika siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran matematika tidak mau bertanya pada guru (peneliti). Pada saat siswa mendapatkan tugas menyelesaikan soal secara kelompok, hanya siswa-siswa tertentu yang aktif sedangkan yang lainnya menunggu jawaban dari teman satu kelompoknya. Mengerjakan soal di depan kelas selalu menunggu diperintah peneliti, jarang yang berinisiatif sendiri. Dengan kondisi seperti ini ternyata mengakibatkan hasil belajar siswa yang rendah. . Hal itu dapat dilihat dari hasil pencapaian nilai rata-rata ulangan harian pada kompetensi dasar sebelumnya dengan materi segiempat hanya memperoleh rata-rata nilai 57,0 pada skala 100 dengan nilai terendah 0,0 dan nilai tertinggi 100. Banyak siswa yang memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ada 17  dari 32 siswa kelas VII F dengan batas KKM 65,0.
Kondisi siswa seperti di atas mungkin disebabkan oleh pembelajaran yang dilakukan peneliti monoton dan membosankan. Dalam pembelajaran peneliti selalu menggunakan metode ceramah dalam menjelaskan materi, kemudian menugaskan siswa mengerjakan soal yang ada di buku secara individual atau berkelompok tanpa langkah-langkah sistematis. Setelah selesai mengerjakan soal, siswa secara bergantian diminta mengerjakan di depan kelas, lalu peneliti menilai benar atau salah tanpa memberi kesempatan pada siswa lain. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar materi pelajaran dapat selesai sesuai rencana.
Mengajar merupakan upaya yang dilakukan oleh guru agar siswa belajar. Dalam pembelajaran, siswa yang menjadi subjek, jadi siswa yang menjadi pelaku kegiatan belajar. Demikian pula dalam pembelajaran, agar siswa berperan sebagai pelaku dalam kegiatan belajar, maka guru hendaknya mengondisikan pembelajaran yang menuntut siswa aktif dalam melakukan kegiatan belajar. Beberapa bentuk upaya yang dapat dilakukan guru dalam mengembangkan keaktifan belajar siswa dalam mata pelajaran adalah di antaranya dengan meningkatkan minat siswa, membangkitkan motivasi siswa, menerapkan prinsip individualitas siswa, serta menggunakan media dalam pembelajaran. Hasil belajar yang diperoleh siswa adalah sebagai akibat dari proses belajar yang dilakukan oleh siswa, harus semakin tinggi hasil belajar yang diperoleh siswa. Proses belajar merupakan penunjang hasil belajar yang dicapai siswa,
Setelah penelitian ini diharapkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo tahun  2009/2010 meningkat. Hal itu diperlukan karena dengan adanya keaktifan siswa dalam belajar matematika akan menunjang pada peningkatan hasil belajar matematika. Jika hasil belajar matematika meningkat yang akhirnya dapat mencapai bahkan melampaui batas nilai kriteria ketuntasan minimal maka dikatakan siswa telah berhasil dalam belajar matematika.
Untuk mencapai apa yang diharapkan, maka dilakukan tindakan yaitu pembelajaran matematika melalui pemanfaatan lembar kerja siswa (LKS). LKS dikatakan sebagai sarana atau media pembelajaran, karena dengan LKS siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar. Selain itu LKS juga mendorong siswa untuk mengolah sendiri bahan yang dipelajari atau bersama dengan temannya dalam suatu bentuk diskusi kelompok. Suatu kegiatan belajar yang menggunakan LKS memberikan kesempatan penuh kepada siswa untuk mengungkapkan kemampuan dan keterampilan, didorong dan dibimbing berbuat sendiri untuk mengembangkan proses berpikirnya. Dengan lembar kerja siswa dapat belajar matematika secara sistematis dengan langkah-langkah yang sudah ditetapkan. Pada saat mengerjakan lembar kerja siswa aktif berinteraksi sesama siswa dalam kelompoknya yang akhirnya diharapkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa dapat meningkat dan merata.
Dengan melihat kenyataan yang ada dan harapan yang diinginkan, maka timbul dua masalah. Masalah yang pertama adalah masalah pada siswa yaitu rendahnya keaktifan dan hasil  belajar matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010, sedangkan diharapkan meningkatnya keaktifan dan hasil  belajar matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010. Masalah yang kedua adalah masalah pada peneliti yaitu pembelajaran matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010 belum memanfaatkan lembar kerja, sedangkan diharapkan pembelajaran matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010 sudah memanfaatkan lembar kerja.
Untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010, peneliti melakukan tindakan dengan pemanfaatan lembar kerja. Siswa mengerjakan lembar kerja secara berkelompok. Pada siklus pertama masing-masing kelompok terdiri 4 siswa dan pada siklus kedua masing-masing kelompok terdiri 2 siswa.

B.     Identifikasi Masalah
1.      Mengapa keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus tahun  2009/2010 rendah?
2.      Mengapa keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus tahun  2009/2010 perlu ditingkatkan?
3.      Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus tahun 2009/2010 rendah?
4.      Bagaimana cara meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus tahun  2009/2010?


C.    Pembatasan Masalah
Dalam penulisan ini, peneliti tidak membahas semua masalah yang berhubungan dengan matematika, tetapi peneliti membatasi hanya pada masalah keaktifan belajar matematika materi segitiga, hasil belajar matematika materi segitiga dan pemanfaatan lembar kerja bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun  2009/2010.
Keaktifan belajar terdiri dari kata keaktifan dan kata belajar. “Keaktifan memiliki kata dasar aktif yang berarti giat dalam bekerja atau berusaha” (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Keaktifan belajar matematika berarti suatu kerja atau usaha yang dilakukan dalam belajar khususnya pada mata pelajaran matematika. Indikator keaktifan belajar siswa yaitu : Kesiapan siswa mengikuti pelajaran, Keberanian siswa dalam bertanya, Keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat, Keberanian siswa mengerjakan tugas di depan kelas, Hubungan kerja sama antar siswa dalam diskusi kelompok, Presentasi hasil diskusi kelompok.
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar matematika adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar mata pelajaran matematika, dalam hal ini dinyatakan dengan angka-angka atau nilai. Ada dua faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu faktor dari dalam diri siswa (minat dan motivasi yang mendorong keaktifan belajar) dan faktor dari luar siswa (salah satunya : media pembelajaran, dalam hal ini Lembar Kerja).
Lembar kerja siswa (LKS) ialah lembar kerja yang berisi informasi dan perintah/instruksi dari guru kepada siswa untuk mengerjakan suatu kegiatan belajar dalam bentuk kerja, praktek, atau dalam bentuk penerapan hasil belajar untuk mencapai suatu tujuan”. Dalam proses belajar mengajar ada dua fungsi LKS, yaitu: (1) dari segi siswa: fungsi LKS adalah sebagai sarana atau media pembelajaran sehingga siswa berpeluang besar untuk mengembangkan kemampuan, menerapkan pengetahuan, melatih keterampilan, memproses sendiri untuk mendapatkan perolehannya; (2) dari segi guru: melalui LKS, guru dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sudah menerapkan metode “membelajarkan siswa” dengan kadar SAL (Student active learning) yang tinggi. Intervensi yang diberikan guru bukan dalam bentuk jawaban atas pertanyaan siswa, tetapi berupa panduan bagi siswa untuk memecahkan masalah.

D.    Rumusan Masalah
1.      Apakah melalui metode penugasan lewat lembar kerja dapat meningkatkan keaktifan belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus pada semester II tahun 2009/2010?
2.      Apakah melalui metode penugasan lewat lembar kerja dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus pada semester II tahun  2009/2010?
3.      Apakah melalui metode penugasan lewat lembar kerja dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus pada semester II tahun  2009/2010?

E.     Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini ada 2 tujuan yang ingin dicapai, yaitu :
1.       Tujuan Umum
Tujuan umum dalam penelitian ini adalah :
a.       Untuk meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa SMP 2 Jekulo Kudus
b.      Untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa SMP 2 Jekulo Kudus
c.       Untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa SMP 2 Jekulo Kudus

2.      Tujuan Khusus
Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah :
a.       Untuk meningkatkan keaktifan belajar matematika materi segitiga melalui pemanfaatan metode penugasan lewat lembar kerja bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun  2009/2010.
b.      Untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi segitiga melalui pemanfaatan metode penugasan lewat lembar kerja bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun  2009/2010.
c.       Untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika materi segitiga melalui pemanfaatan metode penugasan lewat lembar kerja bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010.

F.     Manfaat Penelitian
1.      Manfaat bagi siswa
a.       Dapat meningkatnya keaktifan belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun  2009/2010.
b.      Dapat meningkatnya hasil belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun 2009/2010.
c.       Dapat meningkatnya keaktifan dan hasil belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun  2009/2010.

2.      Manfaat bagi peneliti
a.       Melalui pemanfaatan metode penugasan lewat lembar kerja dapat meningkatnya keaktifan belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun  2009/2010.
b.      Melalui pemanfaatan metode penugasan lewat lembar kerja dapat meningkatnya hasil belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun  2009/2010.
c.       Melalui pemanfaatan metode penugasan lewat lembar kerja dapat meningkatnya keaktifan dan hasil belajar matematika materi segitiga bagi siswa kelas VII F SMP 2 Jekulo Kudus semester II tahun  2009/2010.